Tuesday, September 23, 2014

Istri Cari Wisatawan Australia yang Hilang di Nusa Lembongan

SEMARAPURA

Peter James Maynard (46), wisatawan Australia yang hilang saat bermain papan selancar sejak 27 Agustus lalu di perairan Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida--sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Bali yang masuk wilayah Kabupaten Klungkung--hingga kini belum diketemukan.

"Upaya pencarian masih terus dilakukan dan berhasil menemukan potongan papan selancar yang diduga milik korban," kata Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Nyoman Wirajaya hari ini.

Ia mengatakan, potongan papan selancar tersebut diketemukan oleh salah seorang nelayan di Pantai Jungut Batu, Lembongan, Nusa Penida.

Nelayan tersebut sebenarnya sudah menemukan potongan papan selancar itu 28 Agustus lalu namun baru diserahkan ke polisi setempat.

Potongan papan selancar itu kuat dugaan milik korban Peter James Maynard yang hingga sekarang belum diketahui nasibnya.

"Dari warna dan logo potongan papan selancar itu seperti milik korban, sesuai pengakuan istrinya, yang menyusul datang dari Australia ke Bali sehubungan terjadinya musibah tersebut," ujar AKP Nyoman Wirajaya.

Sementara pencarian korban masih terus dilakukan polisi bersama warga setempat. Papan selancar tersebut pertama kali ditemukan Made Apel, yang diakui istri korban sebagai milik suaminya.

Sebelumnya istri dan keluarga korban sudah mengambil barang barang milik korban yang masih tertinggal di kamar 205 Bungalow Nusa Indah Lembongan dimana korban menginap.

Korban diketahui hilang 28 Agustus pagi. Dia seharusnya check out dari hotel, namun tidak ada di kamarnya, padahal barang-barang korban masih utuh.

Sumber: WASPADAONLINE

Sang Istri Tiba di Bali Cari Turis yang Hilang Misterius


Liputan6.com, Denpasar - Istri Peter James Alexander Maynar (46), turis asal Australia yang hilang misterius kala menginap di Pulau Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung tiba di Bali. Istri Peter ingin memantau perkembangan pencarian suaminya.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol Nyoman Suarsika mengatakan istri Peter bersama kedua orangtua dan satu orang kerabat Peter tiba Jumat 5 September 2014 kemarin. "Keluarganya tiba kemarin," kata Suarsika di Denpasar, Sabtu (6/9/2014) malam.

Dia menjelaskan, proses pencarian Peter yang dilaporkan hilang sejak 28 Agustus 2014 hingga kini masih terus dilakukan. Sejauh ini, belum ada petunjuk yang bisa membantu pencarian.

"Proses pencarian masih dilakukan. Hingga kini belum membuahkan hasil," kata Suarsika.

Suarsika mengaku telah menjelaskan detail kronologi hilangnya Peter kepada istri dan keluarga. Ia juga mengajak istri dan keluarga Peter untuk melihat kamar tempatnya menginap dan sejumlah barang yang tertinggal.

"Ada paspor, uang sekira Rp 3,4 juta, pakaian hingga papan surfing. Keluarga membenarkan itu milik korban," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa pihak keluarga Peter mengenali semua barang milik korban. Istri dan kerabat turis itu langsung menangis begitu melihat barang-barang tersebut. "Mereka terpukul, terutama istri korban yang menangis," imbuhnya.

"Hari ini penyisiran di semua lokasi baik darat, laut hingga udara telah dilakukan di sekitar Nusa Gede dan Nusa Lembongan. Belum ada tanda-tanda keberadaan korban," paparnya.

Kapolsek Nusa Penida Komisaris Polisi Nyoman Suarsika sebelumnya menjelaskan, kasus ini bermula dari kedatangan pria 46 tahun ke Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali. Ia menginap di Nusa Indah Bungalow kamar 205 lantai dua di Nusa Lembongan.

"Dia menginap mulai 23-28 Agustus. Hingga tanggal 26 Agustus ia masih terlihat oleh petugas bungalow. Kala itu ia tengah sarapan," tutur Suarsika saat dihubungi wartawan, Kamis 4 September 2014.

Setelah itu, pemilik paspor bernomor M8438519 raib tak berbekas pada 28 Agustus. Kala dicek oleh petugas bungalow untuk check out, Peter tak ada di kamarnya.

Credit: Rizki Gunawan

Sumber: Liputan 6

0 comments:

Post a Comment