Tuesday, October 7, 2014

Kumpulan Artikel Bali Post terkait Mutasi Guru di Kabupaten Klungkung

Mutasi Guru di Klungkung Dituding Asal-asalan

Tanggal: 30 September 2014 Jam:9:56 pm • Bali, Headline, Klungkung

Para guru di Klungkung usai menerima SK mutasi, Selasa (30/9) (BP/Gie) - Dokumentasi: Bali Post
SEMARAPURA, BALI POST.com- Mutasi 349 guru di Klungkung, Selasa (30/09/2014), menuai protes. Mutasi besar-besaran ini dituding asal-asalan. Pasalnya, mutasi tersebut tidak sesuai dengan pertimbangan kompetensi guru maupun kebutuhan sekolah.

Salah satu guru yang terkena mutasi, Gede Putu Surya Wirawan mengaku heran dengan mutasi ini. Dia mengaku sebagai guru pariwisata, justru dipindahkan ke SMAN Satu Atap Tanglad di Nusa Gede. Padahal, disana tidak ada pembelajaran bidang pariwisata. ”Mau ngajar apa saya disana,” keluhnya. Kalau dipindah ke SMK, menurutnya pertimbangannya mungkin masih rasional. Tetapi kalau ke sekolah umum, pertimbangan keputusan mutasi ini patur dipertanyakan.

Wakil Bendahara Dewan Pendidikan Klungkung ini menolak keras keputusan mutasi ini. Ia berencana melayangkan protes dan mempertanyakan keputusan mutasi ini ke Disdikpora dan Bupati Klungkung. Kondisi serupa juga dialami mayoritas guru lainnya yang menjadi korban mutasi. Khususnya guru-guru yang dimutasi dari Klungkung daratan ke Nusa Penida. “Saya sangat syok. Saya belum bisa ngomong apa, saya bingung,” keluh guru yang dimutasi dari SMPN 1 Semarapura ke SMPN 2 Nusa Penida. (bagiarta/balipost)


link berita: http://balipost.com/read/headline/2014/09/30/22462/mutasi-guru-di-klungkung-dituding-asal-asalan.html

Dewan Pendidikan Tuding Mutasi Guru Mubazir

Tanggal: 29 September 2014 Jam:8:52 pm • Bali, Headline, Klungkung, Pendidikan

Ketut Sukma Sucita (BP/gik) - Dokumentasi: BaliPost
SEMARAPURA, BALIPOST.com-Mutasi 349 guru di Kabupaten Klungkung, Senin (29/09/2014), dinilai mubazir. Sebab, faktanya saat ini Klungkung masih kekurangan banyak tenaga guru. Mestinya, Pemkab menunda mutasi guru ini dan berupaya lebih dulu memenuhi sisa kekurangan guru di semua jenjang sehingga langkah mutasi berlangsung efektif untuk keberlangsungan pendidikan.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Klungkung Ketut Sukma Sucita, saat dihubungi usai penyerahan SK mutasi bagi para guru tersebut. Sukma Sucita menyayangkan, Bupati Suwirta terlalu cepat mengambil kebijakan mutasi. Ia menegaskan, semestinya, Bupati Suwirta tidak terlalu cepat mengambil keputusan tersebut. Sebab, semua hal dalam pemerintah daerah, khususnya bidang pendidikan, memerlukan proses menyesuaikan diri dengan kepemimpinan yang baru. Apalagi, ia mencium mutasi ini sarat berbau titipan atau muatan politis. “Sebaiknya, pemerintah daerah membuat terobosan jangka pendek yang bisa membuat masyarakat, khususnya pendidikan di Klungkung dapat menikmati hasil terobosan itu. Satu-satunya jalan, saya kira bukan hanya mutasi,” katanya.

Sepanjang pemerintahan Bupati Suwirta, sebelumnya tercatat sudah tiga kali diadakan mutasi. Namun, faktanya tidak memberikan perbaikan kinerja yang jelas dan terukur. Langkah mutasi tanpa pertimbangan matang, justru membuat guru ataupun pejabat dan pegawai lainnya selama ini resah. Akibatnya, kinerja pemerintahan menurun. Apalagi harus menyesuaikan diri di tengah tugas baru dan proses kegiatan belajar mengajar ataupun proses pembangunan secara umum yang terus berjalan. “Mutasi di tengah banyak kekurangan guru, saya kira tidak efektif. Apalagi di tengah berlangsungnya kegiatan belajar mengajar,” tegas Sukma yang juga anggota DPRD Klungkung ini.(bagiarta/balipost)


link berita: http://balipost.com/read/headline/2014/09/29/22333/dewan-pendidikan-tuding-mutasi-guru-mubazir.html

0 comments:

Post a Comment